Jumat, 03 Juni 2011

GIAN GRAPH

            Fotografer oohh fotografer ... aku sangat mendambakanya ! jadi fotografer terkenal dan profesional :)
sebenarnya syaratnya hanya seorang pewarta foto tidak boleh pemalu, jadi bila di tengah keramaian fotografer harus berani ke depan untuk memotret. Fotografer jurnalistik harus memiliki kondisi fisik yang prima, bila harus meliput kerusuhan, perang, naik turun gunung tidak kecapekan sendiri, apalagi harus bawa peralatan banyak. Dan yang tidak kalah pentingnya adalah penguasaan teknologi. Teknologi yang semakin berkembang harus memaksa seorang fotografer jurnalistik untuk tidak gagap teknologi. Fotografer harus menguasai alat, setting white balance, sedikit olah digital, sampai mengirim foto melalui internet atau bahkan melalui handphone.

           Penguasaan teknik fotografi menjadi sangat penting, ketika seorang fotografer harus memberikan makna dan bercerita dengan foto, tidak hanya cuma dokumentasi saja. Cita rasa seni juga dituntut dalam pengambilan gambar, komposisi dan angle yang unik membuat foto lebih berisi. Diperlukan kepekaan pewarta foto dalam mengambil objek, maka tidak ada salahnya untuk memperkaya refrensi foto-foto melalui buku-buku, majalah, surat kabar, atau blog photo.
          




Fotografi makro yang aku suka :) soalnya kalo deket-deket itu imuuuuutt wkwkwkwk. ada yang belum tau fotografi makro itu apa ?
Fotografi makro adalah salah satu kategori fotografi yang membuat pembesaran terhadap suatu object. Atau bisa dengan kata lain dunia fotografi yang diperkecil kedalam dunia Micro.

Pembesaran tersebut bisa dilakukan dengan medekatkan obect dengan kamera, atau pun dari jarak terentu  dengan  menggunakan lensa tele. dan harus tetap mengusung konsep “Foto yang berbicara” dengan melibatkan unsur komposisi, POI dan keseimbangan.

Alat bantu untuk fotografi makro:



*    Kamera Saku/Prosumer

Dengan kamera saku/prosumer pun kita bisa mengabadikan keindahan sebuah bunga mawar, sebuah kupu2 yang hinggap di bunga  untuk menghisap madunya. Karena saat ini tekhnologi digital telah memungkinkan kita untuk melakukan fotografi makro dengan hasil yang tidak kalah bagusnya dengan kamera professional. Hampir semua kamera saku/prosumer yang sudah menyediakan fasilitas macro (biasanya ditandai dengan lambing gambar bunga tulip). Dan memungkinkan kita memotret dengan jarak focus kamera dan bendanya hingga beberapa sentimeter saja.

Saat ini sudah tersedia filter/alat tambahan yang dapat di pasang di kamera saku didepan lensanya untuk fotografi makro seperti Raynox dan filter lainnya untuk mendapatkan pembesaran yang lebih .



*    Kamera SLR (Single Lens Reflex) baik analog maupun digital.

Semua kamera SLRDSLR kini sudah memiliki fasilitas untuk fotografi makro dengan menggunakan lensa yang berbeda-beda , dan biasanya jarak antara focus lensa ke objectnya akan berbeda tergantung jenis lensa yang kita gunakan.

Untuk lensa khusus makro biasanya jarak object ke lensa bisa sampai 20 cm, tapi apabila kita menggunakan lensa tele maka jarak terdekat yang bisa kita dapatkan titik focus biasanya lebih dari 1 meter dari object.

Sekarang telah banyak tersedia alat tambahan berupa filter close up,filter Lup/Raynox dan reverse lens (sebuah lensa yang dimodifikasi) yang di tempelkan didepan lensa, maka jarak antara object dan lensa akan semakin dekat untuk mendapatkan pembesaran lebih dari 1:1. Dan ada juga tele converter dan extension tube yang dipasang diantara lensa dan odi kamera.

sekiaan dulu tentang fotografi :))       

Tidak ada komentar: